Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kabar dari Film

Berita dari Ajang Indonesian Movie Award 2011

I ndonesia Movie Award (IMA) 2011 yang diprakarsai oleh stasiun televisi RCTI sudah memasuki tahun kelima. Sebagai ajang anugerah penghargaan terhadap insan perfilman Indonesia, IMA menjadi salah satu barometer prestasi para insan perfilman Indonesia, dengan melibatkan masyarakat dalam pemilihannya yaitu kategori favorit diluar terbaik yang dipilih oleh dewan juri IMA. Pada tanggal, 10 Mei 2011, IMA telah mengumumkan anugerah terbaik 8 kategori dan favorit 6 kategori, yang disiarkan secara langsung di RCTI. Adapun lebih lengkapnya sebagaimana daftar di bawah : Daftar Pemenang Kategori Terbaik Pemeran Utama Pria Terbaik Reza Rahardian film '3 hati 2 Dunia 1 Cinta' Pemeran Utama Wanita Terbaik Titi Sjuman film 'Minggu Pagi di Victoria Park' Pemeran Pendukung Pria Terbaik Tio Pakusadewo film 'Alangkah Lucunya Negeri Ini Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Happy Salma film '7 Hati 7 Cinta 7 Wanita' Pendatang Baru Pria Terbaik Rangga Djoned film '7 Hati 7...

Lomba Cerita Film Berhadiah Ratusan Juta

MINIMNYA film bioskop tentang anak-anak maupun cerita yang mengangkat tema kepahlawanan telah cukup lama menjadi perhatian  kalangan pendidik dan orangtua. Atas kenyataan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menggelar 'Lomba Penulisan Film Cerita Anak-Anak dan Tentang Kepahlawanan'. Lomba berhadiah ratusan juta rupiah ini terbuka untuk umum dan akan dipilih 10 karya terbaik. "Naskah pemenang lomba ini kelak akan divisualisasikan ke dalam film layar lebar," kata Menbudpar Jero Wacik, di perayaan ke-61 Hari Film Nasional di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (30/3/2011). Film anak-anak dan film yang bercerita tentang semangat kepahlawanan adalah jenis film yang diperlukan dalam membangun karakter bangsa. Untuk itu, Kemenbudpar untuk pertamakalinya akan mendukung pembuatan film dengan jenis ini. Bagi para peserta yang berminat dapat mengikuti syarat lomba antara lain; peserta adalah warga nega...

Film Tanda Tanya : Menuai Pujian...(?)

Menbudpar Jero Wacik Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik ikut menonton pemutaran perdana film Tanda Tanya di Jakarta, semalam. Menurutnya, film karya Hanung Bramantyo tersebut, menyimpan sejuta makna lantaran sarat dengan menampilkan perbedaan agama dan budaya di Tanah Air.   "Saya sudah melihat. Memang ini film yang mengemban misi yang berat. Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang muncul perbedaan. Tapi sekali lagi, kita ini Bhineka Tunggal Ika. Buat Hanung, sukses terus filmnya," katanya di Halo Selebriti, Kamis (7/4). Wagub Jatim, Syaifullah Yusup Dilain kesempatan, pada Jum'at, 8 April 2011, Wagub Jawa Timur,  Syaifulah Yusup, yang akrab disapa Gus Ipul bersama sekitar 50 anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Jatim 'menggeruduk' Bioskop Surabaya Town Square 21, Surabaya. Tak ketinggalan, sejumlah pejabat di jajaran Pemerintah Provinsi Jatim juga turut serta menonton film yang sempat mengundang kontro versi tersebut. Lantas, bagaimana kesan G...

Resensi : Film Tanda Tanya (?)

Kontroversi terhadap beredarnya film T anda Tanya membuat keinginan saya untuk menonton film yang mengusung potret kehidupan keberagaman beragama di Indonesia ini semakin kuat. Film yang dituduh berkedok toleransi dan akan mendangkalkan akidah umat bahkan mengajak umat menjadi murtad ini, menurut saya justru sarat akan makna agama yang sesungguhnya. Film ini berani mengungkap pertentangan dan gesekan-gesekan sosial antara agama-agama dalam masyarakat yang menjadi konflik sosial yang terjadi sehari-hari dan semakin banyak jumlahnya karena perbedaan pandangan hidup. Film ini kembali mengingatkan bangsa ini tentang pentingnya sikap toleransi ditengah keragaman.  Mengingatkan kembali semangat Indonesia sediakala. Dimana sikap saling mengerti dibutuhkan dalam memandang keragaman yang ada. S aling mendukung dengan segala pengertian atas perbedaan yang ada. Memaknai arti toleransi untuk dapat hidup berdampingan dengan damai dan penuh kasih, serta kemudian membahas mengen...

Pernyataan Menbudpar Jero Wacik mengenai Film Nasional dan Impor

Peringatan Hari Film Nasional ke-61 tahun ini merupakan momentum bagi semua bangsa Indonesia untuk berpihak terhadap film Indonesia. Sepanjang catatan sejarah, film Indonesia dibayangi oleh dominasi film impor. Situasi ini terus berlanjut hingga saat ini, bahkan dalam beberapa tahun terakhir ketika industri perfilman Indonesia mulai membaik, keberadaan film impor tetap  dominan. Kondisi ini nyaris serupa dengan apa yang pernah terjadi pada Era 1950-an. Pada saat itu Tokoh Perfilman H. Usmar Ismail melakukan protes di salah satu gedung bioskop yang lebih mengutamakan pertunjukkan film impor. Peristiwa perbedaan perlakuan antara film nasional dengan film impor merupakan pengulangan sejarah, untuk itu diperlukan goodwill keberpihakan terhadap film Indonesia. Beberapa tokoh perfilman dan pelaku perfilman dalam beberapa kali pertemuan mengharapkan peran aktif Pemerintah menghadapai permasalahan ini. Untuk itu pada tahun-tahun mendatang Kementerian Kebudayaan dan Pariwisa...

Rindu Purnama

Produser: Haidar Bagir , Sutrisno Bachir , Siswadi , Bengky B Mulyono Sutradara: Mathias Muchus Penulis: Ifa Isfansyah , Mathias Muchus , Haidar Bagir Pemeran: Tengku Firmansyah , Titi Sjuman , Ririn Ekawati , Salma Paramitha , Faril Ramadhan , Yobel Nathaniel , Irfansyah , Muzaki Nur Islami , Tara Maulana , Pietrajaya Burnama , Ratna Riantiarno , Edwin Bejo , Djody , Landung Simatupang Sinopsis Anak-anak jalanan Rindu (Salma Paramitha), Andi (Tara Maulana), Ipang (Irfansyah), Slamet (Muzaki Nur Islami) dikejar-kejar Satpol PP. Mereka lari menyelamatkan diri. Rindu memilih menyeberang jalan di antara padatnya mobil yang lewat. Rindu tertabrak mobil yang ditumpangi Surya (Tengku Firmansyah). Surya pergi dengan taksi, sopirnya membantu melarikan Rindu ke rumah sakit terdekat. Hilangnya Rindu, membuat cemas pengasuhnya di rumah singgah  anak jalanan, Sarah (Ririn Ekawati). Selain membantu anak jalanan, Sarah juga memberikan pendidikan terhadap masyarakat sekitarnya ten...

Jenglot Pantai Selatan

Produser: Teddy Sudiono , Yoen K , Wahyani Kuswandari , Deliana R Ardisasmita , Ody Mulya Hidayat Sutradara: Rizal Mantovani Penulis: Alim Sudio Pemeran: Temmy Rahadi , Debby Ayu , Wichita Satari , Framly Nainggolan , Febriyanie Ferdzilla , Zidni Adam Sinopsis Randy, Temmi, Denisa, dan Josh berharap bisa menikmati liburan seru mereka di sebuah pantai eksklusif: pantai perawan, yang baru saja di beli seorang pengusaha muda untuk dikembangkan sebagai tempat wisata. Tidak ada yang mengira bahwa di salah satu desa terdekat sedang terjadi kehebohan akan kemunculan makhluk aneh, yang mereka sebut sebagai Jenglot, yang haus akan darah. Jenglot yang berhasil ditangkap tersebut, dipercaya sebagai penjaga pantai selatan. Jenglot itu pun dilepas kembali ke laut dan mulai memburu siapa pun yang mencemarkan kesucian pantai tersebut. 

‘Love Story’ trilogi cinta abadi Acha & Irwansyah

Mengawali tahun 2011, rumah produksi Kharisma Starvision Plus menghadirkan film drama cinta Love Story , yang kembali diperankan oleh aktor dan artis Acha Septriasa dan Irwansyah. Sebelum ini, keduanya dipertemukan dalam Heart (2006) dan Love Is Cinta (2007). Ini menjadi 'trilogi' dari karya sutradara Hanny R Saputra dan penulis skenario Armantono.   Kisah Love Story berangkat dari ‘cinta terlarang’ yang di film ini digambarkan sebagai mitos di daerah, bahwa cinta dari dua desa yang terpisahkan sungai akan mengakibatkan bencana. Pendekatan tradisi ini dilakukan melalui diskusi panjang produser, sutradara dan penulis skenario ketika ceritera akan ditulis. "Awalnya perbedaan agama yang akan diambil sebagai landasan ceritera, tetapi akhirnya disadari bahwa pendekatan latar belakang cinta terlarang ini bukanlah esensi dari kisah cinta dalam Love Story. Justru perjuangan bahwa cinta adalah anugerah yang menularkan hal-hal positif lebih penting untuk disampaikan,...